BerandaNewsEkonomiAlasan OJK Mencabut Paksa Izin OVO Finance

Alasan OJK Mencabut Paksa Izin OVO Finance

Terbit:

advertisement

Kabar Trenggalek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak segan menertibkan perusahaan uang digital yang bermasalah. Baru-baru ini, OJK mencabut paksa izin OVO Finance Indonesia karena tidak mematuhi ketentuan undang-undang, Kamis (11/11/2021).

OVO Finance Indonesia berbeda dengan Dompet Digital OVO. OVO Finance Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan. Sedangkan Dompet Digital OVO merupakan perusahaan uang elektronik di mana izin usahanya bukan berasal dari OJK, melainkan dari Bank Indonesia (BI). Dompet Digital OVO sering digunakan masyarakat untuk membeli makanan secara online.

advertisement

PT OVO Finance Indonesia beralamat di Gedung Lippo Kuningan Lantai 17 Unit D, Jalan HR Rasuna Said Kav B-12 RT 017 RW 07, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, 12940.

“Pencabutan izin usaha tersebut berlaku sejak Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal ditetapkan, Rabu (10/11/2021),” tulis OJK dalam Pengumuman Nomor PENG-73/NB.1/2021 tentang Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan PT OVO Finance Indonesia.

Baca juga: Keluar Banyak Uang saat Pilkades, Berikut Besar Gaji Kepala Desa Terbaru

advertisement

Imbas dari dicabutnya OVO Finance Indonesia itu, pihak perusahaan tidak boleh melakukan kegiatan usaha di bidang pembiayaan.

Pencabutan izin OVO Finance Indonesia, pihak perusahaan harus memenuhi hak dan kewajiban sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Berikut tiga kewajiban perusahaan dalam memenuhi ketentuan undang-undang yang berlaku:

  1. Penyelesaian hak dan kewajiban debitur, kreditur, dan/atau pemberi dana yang
    berkepentingan.
  2. Memberikan informasi secara jelas kepada debitur, kreditur, dan/atau pemberi dana yang berkepentingan mengenai mekanisme penyelesaian hak dan kewajiban.
  3. Menyediakan pusat informasi dan pengaduan nasabah di internal perusahaan.

Baca juga: Daftar 12 Stasiun yang Menyediakan Tiket Kereta Api Gratis Se-Indonesia

advertisement

OJK juga mengatakan bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 112 POJK Nomor 47/POJK.05/2020 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah.

Setelah izin usahanya dicabut, OVO Finance Indonesia dilarang menggunakan kata “finance”, “pembiayaan”, maupun kata yang mencirikan kegiatan pembiayaan atau kelembagaan syariah dalam nama perusahaan.

advertisement

Berita Baru

Sinopsis Jelangkung Sandekala dan Jadwal Tayang di Bioskop Trenggalek

Kabar Trenggalek - Perasaan gembira saat berwisata tak selalu sesuai dengan realita. Ketika ingin...

Ramai Tolak Tambang Emas Trenggalek di Akun Twitter Emil Dardak, Ini Duduk Perkaranya

Kabar Trenggalek - Suara tolak tambang emas Trenggalek sempat ramai di twitter @EmilDardak, milik Emil...

Dituding Langgar Administrasi, KPU Trenggalek Tepis Gugatan Bawaslu 

Kabar Trenggalek - Cekcok pemahaman Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2022...

Viral Hari ini

Hari Jadi Trenggalek Ke-828, Bupati Sebut Berbeda dari Tahun Sebelumnya

Kabar Trenggalek - Peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-828, Bupati Mochamad Nur Arifin, menyebut ada...

Berita Terkait