BerandaNewsEkonomiPembagian Bansos Tidak Merata, Wakil Bupati Trenggalek Akui Ada Masalah Pendataan Tidak...

Pembagian Bansos Tidak Merata, Wakil Bupati Trenggalek Akui Ada Masalah Pendataan Tidak Valid

Terbit:

advertisement

Kabar Trenggalek Warga Trenggalek banyak yang tidak mendapatkan Bantuan Sosial Pangan (BSP) karena persoalan pendataan yang kurang baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, saat rapat koordinasi Bantuan Sosial Pangan (BSP) di Gedung Bhawarasa, pada Kamis 30 September 2021, Jumat (1/10/2021).

Syah mengatakan, pendataan Bansos harus segera diperbaiki menjadi lebih sinkron dan valid supaya warga Trenggalek bisa mendapatkan Bansos secara merata dan tepat sasaran.

advertisement

Syah mengungkapkan, data yang sudah diusulkan dari pemerintah desa ke pemerintah pusat itu tidak terpakai. Hal ini dikarenakan data dari pemerintahan pusat berisi data lama yang di dalamnya masih ada data warga yang mampu ataupun warga yang sudah meninggal.

Baca juga: Warga Trenggalek yang Belum Dapat Bansos Bisa Lapor Lewat Whatsapp

“Bahkan pemerintah desa enggan melakukan pemutakhiran data penerima Bansos karena data yang diperbaiki menjadi tidak terpakai. Masih harus banyak yang kami selesaikan. Termasuk pendatan yang menjadi penyakit menahun ini menjadi prioritas kami untuk menyembuhkan,” terang Syah.

advertisement

Menurut Syah, data penerima Bansos yang tidak sinkron dan valid ini membuat masyarakat Trenggalek kecewa.

“Masyarakat itu punya hak menerima, namun harus kecewa karena tidak bisa menerima bantuan. Padahal sudah diusulkan,” terangnya.

Persoalan data penerima Bansos ini perlu menjadi catatan dalam rapat bersama stakeholder dari agen-agen yang menyalurkan. Selain persoalan pendataan penerima Bansos, Syah menambahkan ada masalah terkait harga BSP yang tidak sama, serta asas pemerataan pembagian Bansos yang kurang optimal.

Baca juga: Warga Trenggalek, Begini Cara Daftar dan Cek Penerima Bansos Online

advertisement

“Ini menjadi PR [pekerjaan rumah] kami untuk mengevaluasi apa yang sudah berjalan. Terkait bagaimana bisa mengupayakan agar harga ini bisa tidak terlalu jauh timpangnya. Terus apa yang didapat oleh masyarakat ini juga sesuai dengan yang mereka butuhkan,” tambah Syah.

Ratna Sulistyowati, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos PPPA) Trenggalek, memberi penjelasan. Ratna mengatakan, pihaknya tidak pernah mendapatkan daftar data turunan BSP dari pemerintah pusat. Justru Dinsos Trenggalek mendapatkan data BSP dari bank penyalur.

“Data malah kami dapatkan dari bank penyalur. Dan saya berpesan kepada agen penyalur, jangan bermain-main soal Bansos. Bank penyalur seharusnya melakukan pengawasan kepada agen penyalur yang nakal. Karena penunjukan agen penyalur dari rekomendasi bank penyalur,” kata Ratna.

advertisement

Berita Baru

Mengenang Perjuangan Rakyat Bersenjata dalam Peringatan HUT Ke-77 TNI di Trenggalek

Kabar Trenggalek - Kodim 0806 Trenggalek bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek dan pihak...

Spoiler One Piece 1062: Petualangan di Pulau Ilmu Pengetahuan

Kabar Trenggalek - Setelah pada chapter 1061 yang terbit dua pekan yang lalu kita...

Ketua PCNU Trenggalek Tutup Usia, Mas Ipin: Tokoh yang Dicintai Masyarakat 

Kabar Trenggalek - Masyarakat Trenggalek dilanda duka atas wafatnya Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama...

Viral Hari ini

Hari Jadi Trenggalek ke-828, Bupati Napak Tilas Perjalanan Sejarah

Kabar Trenggalek - Hari Jadi Trenggalek Ke-828 Bumi Menak Sopal diwarnai dengan beberapa agenda...

Berita Terkait