BerandaFeatureKereta Kuda Alun-Alun, Wajah Baru Trenggalek di Tengah Pandemi Covid-19

Kereta Kuda Alun-Alun, Wajah Baru Trenggalek di Tengah Pandemi Covid-19

Terbit:

advertisement

Kabar Trenggalek Lampu kerlap-kerlip menghiasi kereta kuda Alun-Alun Trenggalek. Beberapa pengendara motor menghampiri kereta kuda yang sedang parkir. Orang-orang itu ingin menikmati indahnya malam Minggu di Trenggalek dengan naik kereta kuda, Minggu (26/09).

Tujuh kereta kuda parkir tepat di selatan Tugu Alun-Alun Trenggalek. Salah satu kusir kereta kuda itu adalah Agus Hariyanto, warga Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek.

advertisement

Tak terlihat sepasang kekasih yang berminat untuk naik kereta kuda. Rata-rata, yang minat untuk naik kereta kuda adalah orang tua bersama anaknya.

“Rata-rata penumpang sudah berkeluarga. Untuk tarif kereta kuda antara 30 sampai 40 ribu, tergantung kapasitas penumpang,” jelas Agus.

Setelah lima bulan terakhir, Agus mencoba menawarkan jasa kereta kuda di malam hari. Hasilnya lumayan untuk menambah pemasukan di tengah pandemi Covid-19. Meskipun, ada penurunan penghasilan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

advertisement

“Awalnya itu lebaran idhul fitri, saya coba mangkal di sini [Alun-Alun Trenggalek], tapi alhamdulillah wisatawan banyak yang minat,” ujar Agus sambil menyalakan lampu kereta kuda.

“Sebelum PPKM, pendapatan bisa sampai 500 ribu, namun setelah jalan PPKM, kami hanya bisa meraup 100 ribu dalam semalam,” jelasnya.

Lampu kerlap-kerlip di kereta kuda Alun-Alun Trenggalek
Lampu kerlap-kerlip di kereta kuda Alun-Alun Trenggalek/Foto: Kabar Trenggalek

Rute kereta kuda mulai dari Alun-Alun Trenggalek, lalu menyisir jalur perkotaan sampai dengan Pasar Pon. Kemudian kembali lagi ke Alun-Alun Trenggalek.

Uniknya, para kusir kereta kuda Alun-Alun Trenggalek tidak berebut penumpang. Para kusir bergilirian mengangkut penumpang, dimulai dari urutan kereta kuda yang posisi parkirnya berada di depan kereta kuda lain.

advertisement

Kereta kuda yang dibawa Agus ternyata sistem sewa. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat meskipun ia harus membagi hasil antara pemilik kuda dan dirinya sebagai kusir.

“Sistemnya saya sewa dan bagi hasil,” ujarnya sambil menarik tali kendali kuda.

Salah satu wisatawan yang menjajal kereta kuda itu adalah Henry. Ia menyambut baik kehadiran kereta kuda di Alun-Alun Trenggalek. Henry mengatakan, kereta kuda menjadi alternatif dirinya dan keluarga mencari hiburan.

“Sangat bagus, karena [kereta kuda] ini, saya dan keluarga bisa menghibur anak, momennya juga pas di malam minggu,” ujar Henry.

advertisement

Berita Baru

Mengenang Perjuangan Rakyat Bersenjata dalam Peringatan HUT Ke-77 TNI di Trenggalek

Kabar Trenggalek - Kodim 0806 Trenggalek bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek dan pihak...

Spoiler One Piece 1062: Petualangan di Pulau Ilmu Pengetahuan

Kabar Trenggalek - Setelah pada chapter 1061 yang terbit dua pekan yang lalu kita...

Ketua PCNU Trenggalek Tutup Usia, Mas Ipin: Tokoh yang Dicintai Masyarakat 

Kabar Trenggalek - Masyarakat Trenggalek dilanda duka atas wafatnya Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama...

Viral Hari ini

Hari Jadi Trenggalek ke-828, Bupati Napak Tilas Perjalanan Sejarah

Kabar Trenggalek - Hari Jadi Trenggalek Ke-828 Bumi Menak Sopal diwarnai dengan beberapa agenda...

Berita Terkait